Close
Close
Orasi Rakyat
Orasi Rakyat
Orasi Rakyat

Hadler: PSBB Terbatas Akan Diberlakukan di Ambon





Lagu Terbaik Tahun 2021

Ambon, Orasirakyat.com
Dikabarkan 17 April ini, rencana untuk mulai memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam lingkup terbatas akan segera diberlakukan di Kota Ambon.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Ambon, Syarif Hadler kepada wartawan di Ambon, Rabu (15/4/2020) mengungkapkan, terkait hasil kordinasi dengan Gugus Tugas Provinsi Maluku dan DPRD Maluku, telah dibahas terkait pembatasan akses transportasi ke Kota Ambon.

"Jadi sudah ada langkah yang diambil Pemprov dan DPRD Maluku, sehubungan dengan semakin naiknya kasus terkonfirmasi Covid-19 di Maluku, khususnya di Ambon," kata Hadler.

Menurut Hadler, langkah yang diambil sesuai hasil kordinasi tersebut yakni, Pemprov dan DPRD Maluku sepakat untuk melakukan PSBB terbatas di Kota Ambon dengan durasi 14 hari.

“Jadi yang akan dilakukan itu adalah penutupan pelabuhan laut antar provinsi dan pelabuhan laut antar pulau. Juga termasuk akses jalan darat menuju ke Ambon ditutup,’’ terangnya.

"Pelabuhan Yos Soedarso, Slamet Riyadi dan pelabuhan antar pulau lainnya ditutup, begitu juga dengan akses jalan darat menuju Ambon, baik dari Passo, Hunut/Durian Patah dan Laha juga ditutup," tambahnya.

Menurutnya, jalur ini akan dibuka kepada mereka yang memiliki ijin khusus, misalnya yang menyuplai kebutuhan pokok, sayur mayur dan ikan, terkait dengan kesehatan dan hal-hal kedaruratan lainnya.

Syarif Hadler menambahkan, pelabuhan antar provinsi maupun antar pulau yang ditutup, hanya untuk kapal penumpang saja,  sementara kapal cargo yang muat logistis kebutuhan pokok tidak ditutup. Sedangkan untuk Bandara sementara belum ada agenda untuk ditutup.

Ia membeberkan, salah satu kapal penumpang Pelni yang rencana masuk ke Ambon tanggal 17 April mendatang, tiket dengan tujuan Ambon sudah tidak dijual lagi.

“Semua tiket kapal dari Jakarta, Surabaya, Makassar dan Bau-Bau tidak lagi dijual untuk tujuan Ambon,” ujarnya.

Terkait dengan nasib tenaga buruh, pedagang asongan dan warga lainnya yang mencari nafkah disekitar pelabuhan, Hadler menuturkan bahwa, hal itu telah menjadi bahan kordinasi penting antara provinsi dan Kota Ambon.

‘’Kordinasi ini penting, karena sebagai akibat dari penutupan pelabuhan dan pelabuhan antar pulau, maka akan ada sekian ratus orang yang kehilangan pekerjaan baik buruh juga pedagang asongan. Ini yang dibahas tadi,’’ tandasnya.

Wakil Walikota Ambon menyampaikan, Pemkot dan pemprov sudah mengantisipasi dengan memasang jarring social untuk kebutuhan mereka selama penutupan pelabuhan ini, sehingga tidak menjadi masalah begi kehidupan mereka kedepan selama penutupan tersebut.

“Jika ini sudah diberlakukan, Provinsi dan Kota Ambon akan sharing dana membuat jarring pengaman social bagi mereka. Pendataan sementara dilakukan, sementara kita cek nama dan alamat, sehingga saat diberlakukan penutupan ini, maka sekaligus intervensi jaring pengaman social diberlakukan,” tutup Hadler. (OR/05)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama