Close
Close

Bupati Buru Minta Warga Pelaku Kontak Dengan FN Harus Kooperatif





Lagu Terbaik Tahun 2021

Namlea, Orasirakyat.com 
Bupati Buru yang juga Ketua satgas Covid 19 Kabupaten Buru, Ramly Ibrahim Umasugi mengimbau rekan kontak dengan pasein 23 Maluku, FN alias Fandi agar koperatif dengan memeriksakan diri ke tim kesehatan.

Demikian disampaikan Ramly Ibrahim Umasugi  di hadapan wartawan Kamis pagi (30/4/2020), menanggapi adanya reaksi menolak dari dua aktivis rekan kontak FN sehari sebelumnya,  saat dibujuk Satgas Covid  19 Buru untuk diperiksa kesehatannya.

Kata bupati, tracking rekan kontak pasein 23 Maluku (02 Buru) ini demi kepentingan banyak orang, sehingga dalam kondisi pandemik ini, cara yang dipakai pertama,  yaitu mengajak , menghimbau masyarakat untuk pro aktif.

"Kalau tidak menunjukkan respons yang tidak koperatif, berarti kami akan menggunakan aparat untuk membawa mereka agar diperiksa kesehatan," papar Ramly.

Terpisah, Jubir Satgas Covid 19 Buru, Nani Rahim menjelaskan, hingga Kamis (30/4/2020), yang sudah terdata masuk dalam tracking klaster pasein 23 Maluku,  FN,  sebanyak 15 orang.

8 orang telah dilakukan rapid test, terdiri dari lima pria dan tiga wanita. Hasilnya seluruhnya negatif.
Informasi yang berhasil dihimpun awak media lebih jauh menjelaskan,  yang telah menjalani rapid test dan hasilnya negatif, termasuk di dalamnya dua aktifis Presiden BEM Uniqbu, Ateng Facey dan rekannya aktivis dari IMM, Wahyu Prianto Ahmad.

Facey dan Wahyu mendatangi Sekretariat Covid guna dilakukan rapid test pada pukul 10.00 wit dan diambil sampel darah guna diuji lewat rapid test.

Sehari sebelumnya,  keduanya dikabarkan sempat kurang merespon ajakan satgas karena nama mereka masuk dalam daftar tracking. Namun akhirnya Facey dan Wahyu berubah pikiran dengan memilih datang ke sekret satgas.  Wahyu sempat mewanti-wanti tim kesehatan agar tidak menjambangi di rumahnya, karena ia tidak ingin ada salah faham dan image negatif dari masyarakat.

Saat mendatangi sekretariat Covid 19 di Kantor Dinas Kesehatan, Wahyu sempat dongkol dan meminta jangan hanya ia dan rekannya saja yang ditracking.

Ia beralasan, kalau FN juga pernah berjabat tangan (kontak langsung) dengan salah satu oknum di DPRD Buru. Karena itu oknum anggota dewan ini juga harus ditracking.

"W ngotot minta anggota dewan yang salaman sama FN harus dihadirkan juga untuk rapid test," benarkan Nani Rahim.
Ketika ditanya  siapa anggota dewan di DPRD Buru ini yang pernah kontak dengan FN, Jubir Satgas belum mengungkapnya. "W ini tidak bilang nama, cuma karena emosi, dia lihat aparat keamanan susah berkerumun, dia bicara banyak. Katanya pejabat daerah dan anggota DPR harus diperiksa juga," jelas Nani Rahim.

Walau sempat emosi,  Nani katakan Wahyu dan Ateng sangat koperatif.  Setelah tenang, Wahyu dan Ateng mengontak rekan-rekannya dan mengajak mereka agar mau diperiksakan kesehatan juga karena mereka pernah kontak fisik dengan FN.

Usai diambil darah dan dirapid test, Wahyu dan Ateng tidak langsung pulang. Keduanya menunggu sampai hasilnya keluar dan terbaca negatif,  baru mereka beranjak dari sana. (OR/Yun)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama