Close
Close
Orasi Rakyat
Orasi Rakyat
Orasi Rakyat

SMA 13 SBT Dipalang Warga, Pemuda dan Mahasiswa Akan Turun Jalan





Lagu Terbaik Tahun 2021
SBT, Orasirakyat.com 
Sekolah Menengah atas (SMA) Negeri 13 Seram Bagian Timur (SBT) yang terletak di Kecamatan Pulau Panjang ini tidak ada aktifitas belajar mengajar semenjak Tanggal 23 November 2019 sampai saat ini sehingga Sekolah pun dipalang Warga.

Hal ini diungkapkan oleh salah satu tenaga Honorer lepas yang enggang namanya dipublikasikan saat ditemui Orasirakyat.com di Bula, Kamis (12/13/2019).

Sumber ini menjelaskan, pemalangan Sekolah tersebut akibat buntut dari ketidakhadiran para Guru di Sekolah tersebut.

Para Guru berjanji, tepat tanggal 3 Desember 2019 lalu baru proses belajar mengajar diaktifkan, namun sayang sekali sampai berita ini dipublis, aktifitas belajar mengajar belum dilaksanakan karena para Guru belum berada ditempat tugas.

Di Sekolah tersebut, hanya 1 PNS yang juga Kepala Sekolah yang diketahui bernama, Kore Keliobas. Sementara 2 orang Guru Kontrak Provinsi dan honor lepas 3 Orang.

Belakangan ada 2 Orang Guru hasil CPNS juga didatangkan, namun sayang sekali, kedua Guru hasil CPNS 2018 ini hanya 2 minggu dan lansung balik ke Ambon dengan alasan Prajabatan.

"Alasannya guru berangkat dan janji 3 Desember masuk sekolah, namun sampai saat ini tidak ada yang datang. honorer lepas 3, Kontrak provinsi 2, PNS hanya kepala Sekolah. Ada dua PNS tapi balik alasan masi prajabatan," ucap Sumber ini.

Bahkan, sekolah dengan 6 ruang kelas, dan 1 kantor plus perpustakaan didalamnya ini diduga kuat pengelolaan Dana BOS pun tidak ada transparansi.

Sekolah dengan jumlah siswa kurang lebih 63 orang ini menjadi korban dari sikap para guru yang tidak bertanggungjawab sehingga mereka pun terpaksa libur. Walaupun menjelang Ujian Nasional, para Siswa terpaksa libur karena tak ada Guru yang bertugas.

"Kepsek seng (tidak) terbuka masalah dana BOS. Jumlah siswa kurang lebih 63 orang, mereka tidak ke sekolah," tutur Sumber ini.

Ditempat yang sama, Ketua Forum Pemuda Pelajar Mahasiswa (FPPM) Kecamatan Pulau Panjang, Muhamad Aswan Kelian berharap, para Guru yang bertugas di SMA 13 SBT segera masuk Sekolah agar aktifitas belajar bisa berjalan.

Dalam menyikapi masalah di kecamatannya, dirinya langsung menuju kantor Perwakilan Dinas Pendidikan (UPTD) Pendidikan Provinsi, namun tidak ada satu pegawai yang berkantor, padahal kehadiran dirinya dan teman-teman tepat pada jam kantor.

"Guru harus segera masuk sekolah agar aktivitas belajar bisa berjalan. Saat Ke kantor UPTD pendidikan Provinsi di SBT, namun tidak ada satu pegawai pun yang ada. Kami datang pas jam kantor, pintu kantor terbuka tetapi tidak ada pegawai," kata Kelian.
Untuk itu, selaku Ketua FPPM kecamatan Pulau Panjang, dirinya telah menginstruksikan kepada seluruh pemuda dan mahasiswa asal Pulau Panjang untuk turun jalan pada senin tanggal 16 Desember.

Demonstrasi yang dilakukan sebagai bentuk kepadulian terhadap dunia Pendidikan di Kecamatan Pulau Panjang ini bukan hanya di Kota Bula, namun juga dilakukan oleh rekan-rekannya yang sementara berada di Ambon. Aksi serentak ini dengan sasaran Kantor Bupati SBT, karena masalah pendidikan merupakan tanggungjawab Pemerintah. Selain Kantor Bupati yaitu UPTD Dinas Pendidikan Provinsi di SBT dan kantor DPRD SBT. Pun akan didatangi.

"Turun jalan, Senin ini gerakan serentak dari Provinsi sampai Kabupaten. Tetap boikot sekolah jika tidak ada perhatian penuh, apalagi sekolah sekarang ini sudah dipalang," tegas Kelian. (ORA/FS)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama