Close
Close
Orasi Rakyat
Orasi Rakyat
Orasi Rakyat

Peletakan Batu Penjuru Pembangunan Gereja Elim Mngeswaen





Lagu Terbaik Tahun 2021

Namrole, OrasiRakyat.com 
Peletakan batu penjuru dan Pencenangan Tiang Utama pembangunan Gedung Gereja Elim Jemaat GPM Mngeswaen Klasis Daerah Buru Selatan, berlangsung Kamis (5/12).

Peletakan batu penjuru ini dilakukan oleh Sekretaris Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM), Pdt. Elifas T. Maspaetella, Bupati Kabupaten Buru Selatan Tagop Sudarsono Soulisa, Ketua Klasis Daerah Buru Selatan, Pdt A. P. Saija, Ketua Majelis Jemaat Elim Mngeswaen, Kepala Desa Mngeswaen, Ketua Panitia, Keterwakilan anak-cucu Lesnussa, Solissa, Seleky dan Biloro.

Pembangunan Gedung Gereja Elim Desa Mngeswaen, turut dihadiri anggota DPRD dari partai Hanura, Metus Salak Liligoly, dari partai Demokrat Gerson E. Selsily, dari partai Berkarya Usman Latuwael, pimpinan SKPD dilingkup Pemerintahan Kabupaten Buru Selatan, serta tamu undangan lainnya.

Acara peletakan Batu Penjuru dan Pencanangan Tiang Utama tersebut dilakukan dalam sebuah ritual ibadah yang dipimpin oleh Ketua Klasis Daerah Buru Selatan, Pdt A. P Saija, dimana dalam khotbahnya, Pdt. A. P Saija, mengatakan bahwa dalam kaitan dengan pembangunan Gereja Elim Jemaat GPM Mngeswaen ini harus lebih mengandalkan Tuhan, karena kalau bukan Tuhan yang membangun maka sia-sialah orang yang membangunnya.

Saija menegaskan, ada tiga nilai penting yaitu kasih, pengampunan dan pengakuan atas dosa (keterbukaan), Karena itu jadi pedoman bagi pelayan dan umat agar bagaimana berkomitmen melakukan hal-hal baru sebagai wujud tanggungjawab bagi pembangunan gedung Gereja Elim pasca Peletakan Batu Alas dan pencanangan tiang utama.

“Berkomitmen jadi manusia baru, sebagai seorang Kristen dan anggota jemaat, dimana harus ada solidaritas, partisipatif dan kontributif, persekutuan, kebenaran, keadilan, kesetiaan, untuk saling melengkapi,” tandasnya.

Selain itu, Bupati Buru Selatan, Tagop Sudarsono Soulisa, dalam sambutannya mengatakan bahwa dalam setiap acara peletakan Batu Penjuru atau batu pengalasan pembangunan rumah ibadah ada dua makna yang penting yang selalu menjadi momentum kebangkitan kehidupan bergereja, yakni yang pertama sebagai titik awal membangun persekutuan yang lebih dekat dengan Tuhan secara pribadi dan persekutuan dalam akta rumah Tuhan yang kudus, dan kedua menjadi wahana untuk membangun relasi yang lebih harmonis, serasi dan indah dalam semangat untuk berbagi cinta kasih dengan sesama manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan.

Bupati menyampaikan bahwa Gedung Gereja harus dipahami sebagai wadah bagi orang percaya, untuk melakukan aktifitas pembebasan dan terpanggil untuk mewartakan injil kerajaan Allah secara nyata dan injil yang membawa sukacita sebagai pembebasan, kesejahteraan, kemakmuran, kebenaran, keadilan dan keharmonisan dalam kehidupan manusia.

Oleh karenanya itu, lanjutnya, pembangunan Gereja Elim yang baru ini menjadi lompatan yang berarti dalam pergumulan umat Tuhan untuk tetap eksis dalam panggilan pelayanan yang terus bertumbuh dari waktu ke waktu.

“Itulah sebabnya apa yang dilakukan ini membuktikan kepada dunia bahwa begitu besarnya kerinduan, tekad dan semangat Jemaat GPM Elim Mngeswaen memiliki gedung gereja baru yang representative,” kata Bupati.
Menurut soulisa, Pemerintah Buru Selatan tetap akan menopang pembangunan gedung gereja sebagai bagian dari pembangunan spiritualitas umat dan jemaat ini bagian dari warga Buru Selatan, apalagi Gedung Gereja memiliki nilai positif dan strategis.

“Kami apresiasi atas semua dukungan jemaat selama ini bagi pembangunan Daerah. Dengan harapan semua umat disini terus menopang program dan kebijakan pemerintah dalam mewujudkan visi Buru Selatan yang Harmonis, Sejahtera dan Religius,” pungkasnya.

Sementara Sekretaris Umum Sinode GPM, Pdt. Elifas T Maspaetella, dalam arahannnya juga mengatakan bahwa membangun gereja harus ada rasa saling percaya, rasa saling menopang, dan rasa saling berbagi untuk kemuliaan nama Tuhan.

“Pembinaan dan peningkatan Spiritualitas umat, tidak terlepas dari fungsi Gedung Gereja sehingga pembangunan Gedung Gereja dibutuhkan,” tandasnya. (ORA-03)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama