Close
Close
Orasi Rakyat
Orasi Rakyat
Orasi Rakyat

Pajak DD di Jikumerasa Senilai Rp.146 Juta Diselewengkan





Lagu Terbaik Tahun 2021
Kabid Pemdes, Ny.Sumi Maba/Umasugi 
Namlea, Orasirakyat.com 
Pajak Dana Desa (DD) Tahun Anggaran (TA) 2016 dan TA 2017 diduga telah disalahgunakan sebesar Rp.146 juta lebih.

Hal itu dibongkar dari satu sumber terpercaya di hadapan para awak media setelah santer beredar informasi di Facebook yang di-posting beberapa warga dumay soal dugaan penyelewengan Dana Desa di Desa Jikumerasa, Kecamatan Kiliyali, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku.

Sambil memperlihatkan bukti foto copy pajak sebanyak dua lembar, sumber ini meyakinkan kalau pajak TA 2016 di pencairan tahap III dan pajak TA 2017 tidak pernah disetorkan ke kas negara oleh bendahara dan pejabat Kades lama, Nonce Tomnusa.

Bahkan, pada bukti yang diperlihatkan itu, tertulis pajak TA 2016 yang belum disetor sebanyak Rp.73 juta lebih. Dan satunya lagi di bukti tunggakan pajak TA 2017 juga tertulis Rp.73 juta lebih dan bila ditotal mencapai Rp.146 juta lebih.

Sementara itu Akun Facebook Gunawan Tan dan akun Facebook Wawan Elfuar serta akun Facebook Buton Lidu saat bertepatan dengan Hari Anti Korupsi, sudah lebih dahulu membongkar dugaan penyalahgunaan DD di Desa Jikumerasa.

Sambil memberi salam terbuka lewat Facebook kepada Kapolres Pulau Buru dan Kepala Kejaksaan Negeri Buru, tiga akun ini yang mengaku sebagai warga desa Jikumerasa, membuka tabir ada dugaan adanya niat menggelapkan DD.

"Dan hari ini ada juga aroma tidak sedap di kantor Desa Jikumerasa. Yg (yang) sangat menyedihkan bagi warga di Desa Jikumerasa. Ada oknum yg (yang) telah menggelapkan pajak di desa jikumerasa senilai Rp 100.000000," tulis akun Facebook Gunawan Tan.

Ketiga akun ini lalu menggugah Kapolres dan Kajari apakah masalah ini akan terus dibiarkan. 

"Harapan kami ada pada bapak - bapak semua dalam pemberantasan kejahatan korupsi," tulis mereka.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Buru, Yamin Maskat yang dikonfirmasi wartawan, membenarkan dugaan penggelapan pajak DD Desa Jikumerasa ini.

Namun Yamin enggan memberikan keterangan langsung perihal masalah tersebut dan melempar tanggung jawab kepada Kabid Pemdes, Ny.Sumi Maba/Umasugi. “Nanti dengan ibu Kabid saja, waktu itu beta belum di sini (PMD,red) jadi tidak tahu masalahnya," elak Yamin.

Sedangkan Kabid Pemdes yang juga baru bertugas di Kantor PMD, mengaku kalau mantan pejabat kades, Nonci Tomnusa dan mantan bendahara, Yuli telah dipanggil ke kantor PMD guna mempertanggungjawabkan tunggakan pajak yang belum disetor ke kas negara.

"Pejabat lama dan bendahara sudah dipanggil dan mereka sudah siap untuk mengembalikan. Mereka sudah dipanggil Desember ini dan sudah buat pernyataan siap bayar," papar Sumi.

Saat ditanya lebih jauh kalau dana pajak dua tahun anggaran itu mereka kemanakan dan diselewengkan untuk apa?, Sumi Mana enggan menjawabnya langsung.

"Sudah tanya, dia (mantan kades) bilang khilaf dan siap bayar pajak itu," kata Sumi.

Menurut Sumi, mantan kades menyanggupi dalam waktu yang singkat akan diselesaikan. Kemudian Dinas PMD juga mewajibkan Nonci Tomnusa memperlihatkan bukti pembayaran ke instansi itu.

"Kalau sudah bayar, harus bawa bukti itu ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa," demikian Sumi. (ORA/10)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama