Close
Close
Orasi Rakyat
Orasi Rakyat
Orasi Rakyat

MUFAKAT Gagal Lunasi Janji Kampanye





Lagu Terbaik Tahun 2021

SBT, Orasirakyat.com 
Pemerintahan dibawah Kepemimpinan, Abdul Mukti Keliobas dan Fahri Husni Alkatiri dengan Jargon MUFAKAT pada Pilkada SBT tahun 2015 lalu, dinilai gagal dalam melunasi janji-janji saat diatas mimbar Kampanye.
Hal ini diungkapkan oleh salah satu Pemuda SBT, Idrus wakano, Jumat (13/12/2019).

Wakano secara tegas mengatakan, perjalanan pemerintahan yang sudah hampir memasuki usia 1 periodesasi ini, dirinya belum menemukan orientasi pembangunan yang dicapai oleh pemerintahan saat ini.

Menurutnya, mimpi besar yang dijanjikan kepada Publik saat Pilkada 2015 lalu ibarat gula-gula manis.

Dirinya mengakui pembangunan di daerah ini berjalan, namun masih bersifat jalan ditempat sehinga tidak ada pembangunan yang menonjol di daerah seperti yang dijanjikan. Selain Pembangunan,  tata kelola birokrasi pun dinilai amburadul. Ini terbukti dengan dengan status para para Pimpinan OPD di bebrapa Instansi yang sampai saat ini masi berstatus Pelaksana tugas (Plt).

“Mufakat gagal dalam lunasi janji kampanye. Mimpi besar yang dijanjikan tahun 2015 jauh panggang dari api. Apakah ada laju Pembangunan di SBT? Kan tidak, sehingga Pembangunan masi berjalan ditempat. Birokrasi amburadul karena sampai massa akhir periode para pimpinan OPD masi bersifat Plt dan belum didevenitifkan. Ini salah satu dari sekian banyak problem birokrasi di SBT,” tegas Wakano.

Wakano menambahakan, pelimpahan kewenangan dari Bupati kepada para Camat di tingkat Kecamatan bukan saja untuk evaluasi Dana Desa, namun hal-hal yang berkaitan dengan pemerintahan di level bawa harus diselesaikan oleh para Camat jika diberikan kewenangan dan penganggaran.

Mestinya Bupati harus fokus dalam mengurusi urusan pembangunan berskala besar dan tidak monoton mengurusi masalah-masalah kecil, karena masalah kecil pada tingkatan bawah ini bisa diselesaikan oleh para Camat jika diberikan kewenangan dan penganggaran.

Selain masalah pelimpahan kewenangan, kosentrasi kebijakan harus pada sektor-sektor unggulan di daerah ini, sehingga fokus anggaran diarahakn kesana sebagai program prioritas. Sementara di Kabupaten SBT, Pemerintah Daerah melihat semuanya sebagai potensi yang akhirnya alokasi anggaran pun setengah hati. Hal ini harus disampaikan sehingga menjadi masukan buat Pemerintah Daerah terutama Bapeda.

“Pelimpahan kewenangan Bupati ke para camat pun mesti tidak semata-mata dalam hal anggaran guna evaluasi dana desa. Mestinya hal-hal sosial kemasyarakatan serta pemerintahan di level paling bawah yang dapat diselesaikan oleh camat diberikan kewenangan oleh Bupati, agar yang di urus Bupati adalah urusan pembangunan dengan skala besar. Gak monoton sibuk ngurus hal kecil yang masih dapat diselesaikan para camat. Pemerintah Daerah melihat semuanya sebagai potensi yang akhirnya alokasi anggaran pun setengah hati,” ucapnya.

Dirinya berharap, para tim sukses harus tahu batasan, sehingga tidak memberikan masukan-masukan keliru terhadap Bupati, selain itu sebagai seorang pemimpin, Bupati mestinya memiliki standar objektif dalam mengambil keputusan, sehingga tidak berimplikasi buruk terhadap jalannya roda Pemerintahan.

Kelemahan besar pemerintahan saat ini adalah daya serap anggaran yang masih kategori rendah sehingga sebagian anggaran terpaksa dikembalikan. Hal seperti ini harus dihindari, karena Daerah ini sangat membutuhkan anggaran besar untuk pembangunan di semua sektor. Jika Anggaran setiap Tahun dikembalikan seperti ini, maka akan berimplikasi buruk terhadap pembangunan daerah kedepannya.

“Kedepan Tim Sukses harus tau batasan. Negeri ini kacau balau juga karena tim sukses yang berjuang buat pasangannya. Harus tau sampai dimana ruangnya, jangan seolah-olah semisal "orang hebat" yang semaunya beri masukan kepada Bupati. Sampai di situ, Bupati mesti punya standar objektif berkeputusan. Bupati harus gesit. Jangan sampai ada pengembalian anggaran kepada pemerintah pusat semisal beberapa tahun terakhir. Daerah rugi besar ini karena daya eksekusi Bupati lemah dan lambat,” tutup Wakano. (ORA/FS)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama