Close
Close
Orasi Rakyat
Orasi Rakyat
Orasi Rakyat

GMKI Dan GP ANSOR Maluku Desak Polda Maluku Lawan Terorisme





Lagu Terbaik Tahun 2021
GMKI Dan GP ANSOR Maluku
Desak Polda Maluku Lawan Terorisme
Ambon, orasirakyat.com: Bahwa melihat dan mengamati situasi dan kondisi yang terjadi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara pada saat-saat ini, yang dimana adanya beberapa Peristiwa Aksi dan Tindakan Terorisme yaitu pada Rutan Cabang Salemba yang bertempat di Mako Brimob, Aksi Bom Bunuh diri pada 3 lokasi Gereja yang berbeda-beda di Surabaya – Jawa Timur (Gereja Katolik Santa Maria, Gereja Pantekosta Pusat Surabaya, Gereja Kristen Indonesia), bom bunuh diri di Polresta Surabaya, dan yang paling terkini adalah Penyerangan Mapolda Riau.

" Kami mengutuk keras aksi Terorisme yang terjadi di Surabaya dan kini yang terbaru di Daerah Riau, ini adalah perbuatan yang sungguh biadap dan tidak lagi dapat dianggap sepele oleh semua pihak termasuk aparat Penegak Hukum baik TNI maupun POLRI", Demikian penegasan Korwil XI PP GMKI Dodi L.Soelisa, SH Kepada Media ini dalam Pres Releasenya Rabu (16/5) di Ambon.

Menurutnya, saya bersama DAIM BACO RAHAWARIN (KETUA GP ANSOR MALUKU) selaku anak Bangsa Indonesia sangat merasa resah dan perihatin atas peristiwa-peristiwa yang terjadi tersebut, untuk itu dalam kepentingan menjaga stabilitas kondisi dan situasi keamanan Masyarakat di Provinsi Maluku. Maka kami telah melayangkan Surat secara Resmi kepada KAPOLDA MALUKU, tertanggal 15 Mei 2018, tentang Penyampaian pokok-pokok pikiran antisipatif kejadian aksi terorisme di Maluku.

"Pertama-tama secara patut, Kami sampaikan Rasa Dukacita yang sangat mendalam atas Gugurnya Anggota Polri, Para Korban baik meninggal maupun yang mengalami luka-luku akibat dari Aksi Terorisme pada Beberapa Daerah di Indoneisa yang terjadi belakangan ini", ungkapnya.

Bahwa terhadap Peristiwa Aksi Terorisme tersebut maka Kami meminta agar Polda Maluku harus tetap ekstra siaga dalam melakukan tindakan-tindakan Pencegahan dan Penindakan kepada Jaringan-jaringan Aktif atau Sel-sel hidup Terorisme yang ada di Indonesia, khususnya di Maluku, sebab Kejadian Aksi Para Teroris pada Mako Brimob, Bom Bunuh diri Polresta Surabaya, Bom Bunuh Diri yang dilakukan Pada 3 (tiga) Rumah Ibadah di Surabaya, sampai yang terakhir Penyerangan Mapolresta Kepulauan Riau serta, telah menunjukan kelalaian dan Kecolongan dari Pihak Kepolisian Republik Indonesia dalam mengantisipasi Kejadian Aksi Terorisme, namun pada sisi yang lain Kami wajib memberikan apresiasi kepada Pihak Kepolisian RI yang setelah kejadian Peristiwa Terorisme mampu melakukan tindak penindakan yang tegas dan tanggap terhadap setiap indikasi dan / atau Pelaku Aksi Terorisme.

" Kami meminta Polda Maluku untuk segera membentuk Forum Komunikasi Khusus yang menyikapi tentang Radikalisme dan Terorisme, dengan melibatkan Unsur Pemerintah Daerah, Unsur Tokoh-tokoh Agama di Maluku, Tokoh-Tokoh Pemuda di Maluku, Pimpinan-pimpinan OKP di Maluku serta Kelompok Cipayung Plus Maluku (GMKI – HMI – PMII – GMNI – PMKRI – IMM – KAMMI), guna menjadi pusat sarana Komunikasi dan Informasi yang efektif dan tersistematis dalam upaya menyikapi bahaya ancaman-ancaman Radikalisme dan Terorisme di Maluku", Terangnya.

Bahwa terlepas dari Objek Vital Kepolisian yang menjadi target dari aksi-aksi Terorisme, namun perlu juga diantisipasi secara serius pada Rumah-rumah Ibadah dan Pusat-pusat keramaian masyarakat di Maluku, untuk itu, Kami meminta agar kiranya Polda Maluku dapat melakukan pelatihan-pelatihan khusus untuk mengantisipasi aksi-aksi Terorisme kepada Satuan Pengamanan (SATPAM) yang bertugas pada daerah yang disebutkan diatas, agar supaya mereka dapat terlatih serta menjadi garda terdepan dalam mengantisipasi segala bentuk upaya aksi dan tindakan terorisme.

" Kami berharap penuh kepada Pihak Kepolisian Daerah Maluku agar dapat mengatasi serta mengusut kelompok-kelompok Radikalisme dan Terorisme yang ada di Maluku sampai pada akar-akarnya, agar kejadian Peristiwa yang terjadi pada beberapa Daerah lainnya di Indonesia tidak terjadi di Maluku, Kami ingin menunjukan kepada Negara ini bahwa Maluku adalah Negeri Orang Basudara, Maluku Cinta Damai, Maluku bebas dari paham-paham Radikalisme dan tindakan aksi Terorisme, bebas dari Politisasi Sara",.Imbuhnya.

Bahwa "Kami menyatakan akan terus berjuang bersama-sama dengan Pihak Kepolisian di Maluku dalam untuk melawan dan memerangi segala bentuk Radikalisme dan Terorisme di Maluku", Tandasnya.(OR-07)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama