Close
Close
Orasi Rakyat
Orasi Rakyat
Orasi Rakyat

Cemarkan Nama Baik, Rahakbauw Dilaporkan Huwae ke Polda Maluku





Lagu Terbaik Tahun 2021
Cemarkan Nama Baik,
Rahakbauw Dilaporkan Huwae ke Polda Maluku
Ambon, orasirakyat.com: Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku Erdwin A Huwae melaporkan secara  resmi RR sapaan akrab (Richard Rahakbauw) ke Polda Maluku kemarin kamis 17/05.

Pelaporan tersebu terkait pencemaran nama baik dan perbuatan yang merugikan hak seseorang sebagai warga negara indonesia yang dilakukan Richard Rahakbauw terhadap Ketua DRPD provinsi maluku, maka Edwin A Huwae mendatangi SPKT Polda Maluku guna melaporkan hal tersebut.

Kepada awak media saat di wawancarai Huwae menyampaikan bahwa dirinya berada di SPKT polda Maluku guna melaporkan saudara RR atas tindakan serta pernyataan yang merugikan sekaligus merusak nama baik saya yang mengatakan diri saya adalah sosok yang pembohong.

Dikatakan Huwae dirinya telah mengantongi beberapa bukti yang mana dari bukti tersebut terungkap jelas bahwa saudara Richard Rahakbauw (RR) mengatakan padanya bahwa,dalam dana APBD dia memiliki dana aspirasi sebesar 32,5 milliar pernyataan tersebut terjadi pada Rabu 17 mei 2018 pukul 20:30 wit.

"Dan setahu saya,selama ini kita tidak pernah mempunyai dana aspirasi sebagai anggota DPR didalam dana APBD,terkecuali dana aspirasi berupa uang diprogramkan kepada masyarakat terhadap usulan masyarakat pada program yang kita buat sesuai mekanisme dana APBD",Jelas Huwae.

Huwae menambahkan, saudara Richard Rahakbauw didepan banyak masyarakat menyampaikan bahwa dia memiliki dana aspirasi sebesar 32,5 milyar rupiah nah,pertanyaannya dana tersebut darimana dan di anggarkan darimana.terangnya.

"Demi menjaga sekaligus menjaga tata kelola pemerintah daerah dan agar menjaga mekanisme keuangan dengan baik,sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai ketua DPRD agar dapat memproses persoalan ini supaya ke depan semuanya menjadi lebih baik",lanjutnya.

Politisi PDIP ini menyatakan, kalau hal tersebut mengatasnamakan lembaga DPRD Provinsi Maluku,"maka saya yang malu pertama sebagai ketua,oleh karena itu maka inisyatif saya hal ini harus diselesaikan secara hukum supaya jangan ada fitnah", tegasnya.

Jadi sekarang saya melaporkan saudara Richard Rahakbauw dalam dua laporan polisi, yang pertama laporan krimum dan hal kedua laporan terkait laporan dugaan tindak pidana korupsi yang masuk dalam rana kriminal khusus terhadap pencemaran secara lisan.ungkapnya

Huwae menegaskan bahwa Laporan pertama sesuai tanda bukti laporan yang sudah keluar dengan Nomor.TBL/264/V/2018/MALUKU/SPKT berdasarkan laporan polisi nomor:LP-B/264/V/2018/MALUKU/SPKT,atas bukti perkara pencemaran nama baik dan perbuatan yang merugikan hak seseorang sebagai warga negara indonesia.

Disitu tercantum laporan tersebut terikat dalam pasal 310 KUHpidana,pasal 311 KUHpidana dan pasal 335 KUHpidana,dan laporan kedua sementara akan saya selesaikan dengan laporan ke bagian kriminal khusus. Tutup huwae (OR-05)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama