Close
Close
close
Orasi Rakyat
Orasi Rakyat

Fakta Memilukan Kasus Dana Desa Negeri Urimesing

Kasus Dana Desa Negeri Urimesing
 Ambon, Orasirakyat.com: Persoalan Dana Desa (DD) Negeri Urimessing, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon Tahun Anggaran 2016 yang hingga kini ramai dibicarakan, bahkan sudah melibatkan pihak Kejaksaan Negeri Ambon berdasarkan laporan dua warga negeri tersebut, ternyata memiliki fakta yang memilukan.

Kenapa demikian ? Karena setelah ditelusuri faktanya bukan penyalahgunaan anggaran ataupun dugaan korupsi yang dialamatkan pada Pejabat sementara (Pjs) Raja maupun para Kepala Urusan (Kaur) Negeri Urimessing tetapi pengorbanan yang luar biasa dari mereka yang dituduhkan.


Berikut deretan fakta realisasi DD Negeri Urimessing; Pertama, ternyata dari semua kegiatan ketika dirancangkan para Kaur lupa menganggarkan pemotongan pajak baik PPH 10 persen maupun PPN 1,5 persen akibatnya semua kegiatan  mengalami kekurangan anggaran.

Kasus Dana Desa Negeri Urimesing

Namun hebatnya! ditengah kekurangan anggaran tersebut, semua kegiatan terealisasi seratus persen kecuali bantuan sapi untuk perternakan dan pembangunan jembatan, tidak dapat terealisasi karena waktu yang tidak memungkinkan. Namun uangnya masih tersimpan dengan aman di rekening Negeri Urimesing dalam bentuk SILPA sebesar Rp123 juta lebih.


Menyangkut bantuan kelompok Muhabet yang menjadi dasar laporan ke Kejari Ambon, ternyata telah terelisasi kepada 10 kelompok Muhabet pada lima Dusun masing-masing; Dusun Seri, Mahia, Tuni, Siwang dan Kusu-Kusu dengan total anggaran sesuai perencanaan Rp80 915 000, kendati bantuan tersebut secara teknis mengalami keterlambatan.


Salah satu penerima Bantuan di Dusun Siwang Moses de Fretess yang dikonfirmasi mengakui telah menerima bantuan tersebut langsung ditempat mereka. Adapun barang yang diterima berupa  mesin gergaji listrik,  mesin sekap gergaji, mesin ampelas listrik  masing-masing 1 unit  dengan merek kelas 1, ditambah dengan terpal berukuran 10x12 m melebihi rancangan sebelumnya 8x12 m dan alat sekop serta cangkul.


Sementara untuk bantuan kelompok Nelayan Pemneg Urimessing memberikan bantuan 4 buah mesin motor tempel 15 pk untuk empat kelompok. Memang bantuan ini mengalami penurunan volume dari rancangan sebelumnya yakni 5 buah. Hal ini dikarenakan sejak awal Pemneg lupa menghitung pemotongan PPH dan PPN.

Kasus Dana Desa Negeri Urimesing

Dari anggaran semula sebesar Rp 115 800 000 terjadi pemotongan pajak 11,5  persen sebesar Rp 12.600.000 akibatnya sisa anggaran menjadi Rp103 200 000. Sedangkan untuk harga satu unit mesin motor tempel Rp28 600 000, sehingga ketika dikalkulasikan total harga 4 unit motor tempel sebanyak Rp 114 4000 000, akibatnya pihak Pemneg harus menambahkan Rp11 200 000 itupun bukan dari kas desa.


"Kalau kita mau mungkin kita bisa beli harga mesin yang murah, tapi kita tidak ingin itu terjadi karena nanti masyarakat dirugikan, " ucap Bobi Kaur Pemerintahan.

Bantuan untuk kelompok tani terutama tani keladi yang juga menjadi bahan laporan ke Kejari Ambon juga mengalami keterlambatan, namun demikian telah realisasi 100 persen. Terdapat lima kelompok tani yang menerima bantuan dengan nilai uang sebesar Rp3,8 juta dari nilai anggaran Rp20 juta karena terpotong pajak.


Untuk pekerjaan fisik sendiri pihak Pemneg Urimessing telah mengerjakan pembuatan jalan setapak dengan volume 2.200 km dengan anggaran Rp243 000 000, jika dirincikan maka pekerjaan jalan setapak untuk ukuran 100 meter memakai anggaran Rp11 000 lebih.
Kasus Dana Desa Negeri Urimesing


Tentu hal ini sangat mustahil untuk pekerjaan fisik namun karena didukung dengan partisipasi masyarakat akhirnya semua bisa berjalan sesuai dengan perencanaan. Begitu pula dengan sanitasi air bersih semua telah tuntas dan menyangkut upah tenaga kerja Rp9 000 000 telah dipakai untuk pembelian tiga buah mesin pompa air, hal itupun telah mendapat persetujuan dari para pekerja karena faktanya lingkungan tersebut harus memiliki pompa air agar bisa disalurkan ke rumah warga.


Sementara menyangkut pipa air yang tersisa itu bukan karena tidak terpakai, namun akan dipergunakan masuk ke rumah warga jika airnya telah mengalir.

Selain kegiatan diatas, Pemneg Urimessing juga memberikan bantuan kepada posyandu dan sekolah TK serta PKK berupa bantuan alat timbangan dan kursi plastik serta uang tunai dan dibagikan langsung kepada penerimanya.

Kasus Dana Desa Negeri Urimesing

Kenyataan lain yang terungkap, disetiap kegiatan Pemneg tidak mengalokasikan anggaran transportasi, padahal jarak antara kelima dusun di Negeri Urimessing sangat berjauhan. Kendati demikian pembagian bantuan tetap berlangsung di masing-masing dusun, padahal kalau tidak ingin mengeluarkan biaya transport Pemneg bisa saja membagikannya dipusatkan pada Kantor Negeri Urimesing.

Untuk diketahui, total Dana Desa yang diterima Pemneg Urimessing hanya sebesar Rp1 300 miliar lebih, fakta ini sekaligus menampik pernyataan yang disampaikan pihak Kejari Ambon bahwa Dana Desa sebesar Rp1,5miliardengan total kerugian Negara sebesar Rp500 000 000.

Fakta lain yang terungkap, kalau pencairan Dana Desa Urimessing berlangsung di akhir tahun 2016. (OR-05)
Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami
agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya

Post a Comment

Previous Post Next Post