Close
Close
close
Orasi Rakyat
Orasi Rakyat

Alfaris: Pemkot Ambon Dan BKD Kota Jangan Lindungi Kepsek Bermental Preman

Alfaris: Pemkot Ambon Dan BKD Jangan Lindungi Kepsek Preman
Ambon, orasirakyat.com: Kasus tindakan Premanisme dan perbuatan tidak manusiawi kepada para Dewan Guru dan pegawai SD Negeri 2 Hatiwe Besar oleh Ny.Helena Uruilal,S.Pd yang tak lain adalah kepala Sekolah pada sekolah tersebut dan telah mendapat pelaporan oleh Dewan Guru dan Pemerintah Negeri Hatiwe Besar juga Komite Sekolah hingga ke Walikota Ambon, hingga kini tidaklah mendapat penanganan yang berarti.

Bahkan Pihak Badan Kepegwaian Kota Ambon bersama Dinas Pendidikan Kota Ambon, terlihat serta terindikasi mencoba melindungi Kepala Sekolah yang telah jelas-jelas melakukan tindakan melawan hukum dan merugikan banyak orang.

Ketika dikonfirmasi media ini, pihak Benny Kainama mengatakan bahwa Kepsek tersebut kini tengah dalam pembinaan Badan Kepegawaian Kota Ambon, akan tetapi hingga berita ini dipublikasikan sang Kepsek masih dengan leluasa melakukan aktifitas dan bahkan masih benari malaukan tindakan arogansi terhadap para bawahannya walaupun tidak lagi disertai kekerasan seperti dahulu kala.

Menanggapi hal tersebut Praktisi Hukum sekaligus Advokad Rose Jeane Alfaris,SH kepada media ini mengatakan, kalau berbicara soal pembinaan terhadap Kepala Sekolah SD Negeri 2 Hatiwe Besar Ny.Helena Uruilal,S.Pd mesti dijelaskan kepada publik bahwa pembinaan seperti apa yang diberikan kepada yang bersangkutan.

" jangan pa Benny Kainama dan Benny Selano hanya berkata bahwa dia (Kepsek bermental Preman) sementara menjalani pembinaan di Badan Kepegawaian Kota Ambon, akan tetapi tidak pernah disampaikan dengan terbuka terkait pembinaan yang diberikan kepada Kepala Sekolah itu" Jelas Alfaris.

Dikatakakannya, jika pihak dinas pendidikan dan Kepegawaian mau bersikap profesional maka kasus ini tidak lagi bisa diselesaikan secara pembinaan oleh Badan Kepegawaian, melainkan oleh pihak kepolisian. sebab apa yang telah dilakukan oleh Kepala Sekolah Bermental Preman Ny.Helena Uruilal,S.Pd ini adalah tindakan pidana dan perbutan melawan hukum yang berdampak kepada merugikan orang lain.

" Dia (Ny.Helena Uruilal,S.Pd red) tidak bisa lagi dibina, akan tetapi langsung diproses hukum dan dimasukan kedalam penjara, sebab yang bersangkutan sudah tidak pantas lagi dibina karena telah menjadi nenek-nenek dan telah mengerti tentang mentalitas seorang pendidik dan juga pemimpin, bahkan sejak dia diangkat jadi pegawai dan berprofesi sebagai guru" ungkap Alfaris.

Selain itu, pihak Diknas Pendidikan Kota Ambon dalam hal ini Benny Kainama jangan menipu masyarakat dengan menyatakan bahwa sang Kepsek sementara dibina oleh Badan Kepegawaian Kota Ambon, akan tetapi pada kenyataanya Kepala Sekolah bermental Preman tersebut (Ny.Helena Uruilal,S.Pd) masih beraktifitas bahkan masih tetap melakukan aksi diktatornya disekolah SD Negeri 2 Hatiwe Besar.

" Pemerintah Kota dan Kepala Dinas Pendidikan maupun Kepala Badan Kepegawaian jangan melakukan tindakan yang mempermalukan diri sendiri serta Institusi Negera dengan mencoba melindungi seorang pelaku tindak pidana,lewat menyatakan kebohongan kepada masyarakat" Paparnya.

Oleh sebab itu Pemerintah Kota Ambon, baik Walikota dan Dinas Pendidikan serta Bagian Kepegawiaan harus berani mengambil tindakan tegas dan Sanksi tegas dalam rangka memberikan pelajaran dan efek jera bagi Kepala Sekolah SD Negeri 2 Hatiwe Besar Ny.Helena Uruilal,S.Pd.

" Walikota harus berani bertindak tegas, sebab Walikota Ambon sebagai orang yang juga mengerti hukum tentunya sangat tahu bahwa apa yang dilakukan oleh Kepsek SD Negeri 2 Hatiwe Besar ini tidak dapat lagi ditolelir, karena perbutan kepsek adalah perbutan melawan hukum dan juga sebuah tindak pidana yang telah menyebabkan kerugian kepada banyak orang baik secara moril dan materil, selain itu apa yang dilakukan oleh Kepsek ini telah melanggar aturan pemerintah tentang PNS dan Kepegawaian " PP No.53 Tahun 2010 pasal 7,12,13.", sehingga Walikota harus berani bersikap tegas agar hal ini menjadi pelajaran bagi Kepala sekolah SD Negeri 2 Hatiwe Besar dan juga kepala sekolah lainnya yang ada di Kota Ambon dan Maluku" Tegas Alfaris. (OR-08)
Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami
agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya

Post a Comment

Previous Post Next Post