Close
Close
close
Orasi Rakyat
Orasi Rakyat

Alfaris: Kepsek Bermental Preman Itu Mesti Dipenjara, Jangan Hanya Dicopot Jabatannya

Rose Alfaris: Kepsek SD.N.2 Hatiwe Besar Mesti Dipenjara
Ambon, orasirakyat.com: Pembinaan yang dilakukan oleh Badan Kepegawaian Kota Ambon terhadap Kepala Sekolah SD Negeri 2 Hatiwe Besar Ny.Helena Uruilal,S.Pd yang bermental layakanya Preman selama menjadi Kepala Sekolah dipertanyakan oleh Praktisi Hukum dan Advokad Rose Jeane Alfaris.

Menurut Alfaris, jika Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon menyatakan bahwa pembinaan kepada Kepala Sekolah SD Negeri 2 Hatiwe Besar yang berperilaku layaknya preman dan tidak berperi kemanusiaan, adalah dengan memberikan sanksi pembinaan kepada yang bersangkutan selama kurang lebih satu bulan dibina pada Badan Kepegawaian Kota Ambon, maka saya minta hal ini perlu ditinjau kembali.

Sebab berdasarkan aturan PNS pada PP-RI No.53 Tahun 2010, tentang disiplin PNS telah menjelaskan dengan baik apa-apa saja yang tidak boleh dilakukan oleh seorang PNS dan Sanksi yang mesti diberikan kepada para PNS yang melanggar.

" dalam PP No 53 Tahun 2010 tersebut misalnya pada (Pasal 4 ayat 1) PNS dilarang menyalahgunakan wewenang, (Ayat 2) Mencari keuntungan pribadi dengan mempergunakan kewenangan orang lain, (ayat 9) PNS dilarang bertindak sewenang-wenang kepada bawahannya,(Ayat 10) PNS dilarang melakukan tindakan yang menghalangi atau merugikan pihak manapun, sehingga yang menjadi pertanyaan adalah pembinaan yang seperti apa terhadap Kepala Sekolah Bermental Preman ini," Terang Alfaris

Alfaris mengatakan, dalam PP No.53 Tahun 2010 tentang disiplin PNS didapati penjelasan terkait sanksi dan hukuman yang mesti diterima oleh yang bersangkutan (Kepsek SD Negeri 2 Hatiwe Besar) Ny.Helena Uruilal,S.Pd.

" Yang bersangkutan mestinya dikenai sanksi Sedang dan Berat seperti yang diatur dalam Pasal 7,12 dan 13 sesuai aturan dalam PP No.53 Tahun 2010 Tentang PNS, yakni Penurunan pangkat selama tiga tahun, dimutasikan, pemberhentian dari jabatan, sebab telah ternyata benar dan terbukti bahwa Kepsek SD Negeri 2 Hatiwe Besar Ny.Helena Uruilal,S.Pd telah melakukan tindakan yang melanggar hukum dan aturan yang berlaku dalam PP No.53 Tahun 2010, sehingga mesti dikenai sanksi yang tertuang pada Pasal 12 dan 13" Jelas Alfaris.

Sehingga lanjutnya, apa yang dilakukan oleh Kepala Sekolah SD Negeri 2 Hatiwe Besar adalah merupakan satu tindakan pidana.

" sehingga bagi saya jika kita melihat dari apa yang dilakukan oleh Ny.Helena Uruilal,S.Pd, Kepsek bermental Prememan ini terhadap para dewan guru dan pegawai disekolah SD negeri 2 Hatiwe Besar, maka tidak lagi perlu ada pembinaan kepada yang bersangkutan karena yang bersangkutan bukanlah anak yang berada dibawah umur".

Lebih lanjut dikatakan Alfaris, bagi saya  "Ny.Helena Uruilal,S.Pd tidak perlu lagi dibina oleh BKD Kota Ambon, akan tetapi langsung saja dimasukan kedalam penjara, karena yang bersangkutan telah melakukan tindakan pidana yang merugikan banyak orang dan Institusi serta yang bersangkutan melakukannya dalam kondisi sadar. beliau sudah jadi nenek-nenek dan bukan anak dibawah umur sehingga tidak perlu dibina, sebab sebeblum menjadi PNS dan Kepsek, tentunya telah banyak proses pembinaan yang telah diberikan kepada yang bersangkutan".

Oleh sebab itu, "Kepala Sekolah SD Negeri 2 Hatiwe Besar Ny.Helena Uruilal, S.Pd, tidak boleh hanya dikenai sanksi pencopotan dari jabatan dan dimutasikan, akan tetapi yang bersangkutan juga mesti dimasukan dalam penjara dan dan diproses hukum, sebab tindakan yang bersangkutan telah melanggar hukum,".Tegas Alfaris (OR-08)  
Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami
agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya

Post a Comment

Previous Post Next Post