Close
Close
Orasi Rakyat

Penginjil GSJA Dilarang Terlibat Politik Praktis




Logo Jemaat Gereja GSJA
Namrole, Berita Nusantara.com: Tanggal 9 Desember nanti, empat Kabupaten di Maluku akan menentukan nasiORya melalui Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak.

Kabupaten Buru Selatan (Bursel)salah satu diantaranya yang akan melaksanakan hal yang sama,sehingga menyikapi kondisi politik dalam rangka Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Buru Selatan (Bursel), yang akan berlangsung pada 9 Desember 2015 nanti.

Demi mengantisipasi dan menghindari perpecahan di dalam Gereja, maka Badan Pengurus Wilayah (BPW) Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Kabupaten Bursel dan Danau Rana menghimbau seluruh pelayan injil agar tidak terlibat politik praktis.

"Himbauan tersebut, bukan sekedar himbauan lisan, tetapi sesuai dengan hasil Rapat Badan Pengurus Wilayah GSJA Kabupaten Bursel dan Danau Rana, pada 13 Agustus lalu, di Pastori GSJA Waenono," kata Ketua Wilayah GSJA Kabupaten Bursel dan Danau Rana, Hanny Ch Masengi kepada media via telepon genggamnya,beberapa waktu kemarin.

Hanny mengaku, himbauan dengan Nomor 046/BPW-BS&DR/GSJA/¬VIII/2015 diterbitkan melihat kondisi Kabupaten Bursel yang saat ini dihadapkan dengan pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah pada 9 Desember 2015.

"Kami Badan Pengurus Wilayah (BPW) memutuskan untuk membuat surat edaran bagi seluruh pelayan injil yang bertugas di wilayah Bursel GSJA Bursel dan Danau Rana agar tidak terlibat langsung dalam tim sukses dari salah satu kandidat yang dicalonkan sebagai Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah di Kabupaten Bursel," tutur Masengi.

Hanny yang sudah tujuh tahun melayani Jemaat di Waenono mengakui, selain larangan tersebut, pelayan injil juga dilarang memberikan kesempatan untuk kandidat manapun untuk mengadakan sosialisasi di dalam gedung gereja atau pastori gereja. Dimana, surat edaran itu telah diedarkan ke seluruh GSJA di wilayah Bursel dan Danau Rana.

Menurutnya, ada beberapa alasan sehingga surat edaran ini dibuat, yakni: Pertama, Untuk menjaga hubungan baik antara jemaat dengan para pelayan injil, khususnya Gembala-Gembala Sidang; Kedua, Untuk menjaga keutuhan jemaat sehingga tidak tercipta suasana yang nantinya berujung pada perpecahan gereja; Ketiga, Tugas utama dari para pelayan injil adalah melayani Tuhan, bukan berpolitik.

“Maka dari itu, kami menghimbau agar seluruh agar dapat mentaati surat edaran yang telah kami sampaikan itu," tutur Gembala Sidang GSJA Waenono. (OR-07)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama