Close
Close
close
Orasi Rakyat
Orasi Rakyat

Proyek Air Bersih Tak Tuntas, Aparat Hukum Segera Tindak Tegas Direktur PT. Jecfensi Pratama

Proyek Air Baku Yang Tak Beres
Masohi, Berita Nusantara.com : Paket proyek pekerjaan Pembangunan Intake dan Jaringan Transmisi Pipa Air Baku Masohi berkekuatan 0,05 M3/detik milik Kementerian PU RI melalui Dirjen SDA dengan satkernya SNVT Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air Maluku yang di kelola oleh Balai Wilayah Sungai Maluku yang dikerjakan oleh PT. JECFENSI PRATAMA dengan dana  bersumber dari APOR tahun anggaran 2014 di Kota Masohi Kabupaten Maluku Tengah di nilai amburadul, serta tidak sesuai dengan konstruksi atau bestek yang telah ditetapkan sehingga ada indikasi kerugian keuangan Negara mencapai hampir 2 M rupiah, di mana paket proyek tersebut berdasarkan konstruksi harus di kerjakan sepanjang 7 Km namun realisasinya hanya mencapai 5,270 Km.

Berdasarkan hasil investigasi Tribun-Maluku.com di Masohi awal Desember 2014 lalu maupun LSM TOPAN-RI Wilayah Maluku yang di pimpin Eduard Hitipeuw selaku Ketua LSM di lokasi pekerjaan, ternyata paket proyek dengan total anggaran senilai Rp. 7,027 M tersebut tidak dikerjakan sesuai dengan mekanisme dan bahkan pipa-pipa tersebut mengalami kebocoran.

Ini membuktikan bahwa kapabilitas pihak kontraktor bersama tenaga kerjanya tidak mampu untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan intake dan jaringan transmisi pipa air baku guna mencukupi kebutuhan masyarakat di Kota Masohi dengan baik dan benar.

Dalam proses pekerjaan tersebut, pipa yang di pasang tidak sesuai dengan bestek dikarenakan dalam pekerjaannya pipa
tidak terpasang melalui lekuk dan tikungan alur sungai melainkan pihak kontraktor bersama tenaga kerjanya melakukan proses potong jalur melalui penggusuran gunung guna pemasangan pipa  tersebut.

Itu berarti, dalam proses pekerjaan pembangunan intake dan jaringan transmisi pipa air baku tersebut tidak ada pengawasan yang dilakukan oleh pihak balai sungai secara baik dan benar.

Kendati demikian untuk membuktikan kalau paket proyek tersebut tidak sesuai bestek yang ada maka Dirut PDAM Masohi Sukur Daud,SE ketika dikonfirmasi Tribun-Maluku.com pekan  kemarin membenarkan kalau mekanisme pekerjaan tidak sesuai dengan bestek dan di duga terjadi kerugian Negara mencapai 2 M rupiah.

Menurut Sukur, pekerjaan air baku tersebut seharusnya 7 Km, namun realisasi lapangan hanya 5,270 Km dengan rincian bahwa pipa dengan ukuran diameter 6 inci yang harus terpasang sebanyak 3 Km dengan jumlah pipanya 500 Staf namun yang terpasang hanya 2.422 M dengan jumlah pipa yang terpasang 420 Staf saja. Itu berarti masih ada mines 578 M dengan jumlah pipa yang tidak terpasang mencapai 80 Staf.

Ditambahkan, kalau untuk pemasangan pipa ukuran diameter 4 inci sebanyak 4 Km dengan jumlah pipa yang harus terpasang
sebanyak 667 Staf, namun yang terpasang hanya sebanyak 477 Staf atau sama dengan 2.828 M. Itu berarti masih terjadi kekurangan pemasangan pipa diameter 4 inci tersebut sebanyak 190 Staf atau sama dengan 1.172 M dari total pemasangan 4 Km tersebut.

Masih menurut Direktur, kalau jumlah pemasangan pipa berdiameter 6 inci maupun 4 inci tersebut baru mencapai 5,270 Km dengan total penggunaan pipa 897 Staf, dengan demikian maka masih terjadi kekurangan pemasangan pipa sebanyak 270 staf atau sama dengan 1.750 M, jelas Sukur.

Sukur membenarkan kalau dengan paket proyek pembangunan intake dan jaringan transmisi pipa air baku di Masohi Kabupaten Maluku Tengah yang di kerjakan oleh PT. JECFENSI PRATAMA dari dana APOR Tahun 2014 tersebut Negara di rugikan mencapai hampir 2 M rupiah.

Untuk itu diharapkan agar pihak penegak hukum seperti Polres Malteng ataupun Kejaksaan Negeri Masohi segera melakukan pemeriksaan terhadap kinerja PT. JECFENSI  PRATAMA maupun pihak Balai Wilayah Sungai Maluku terhadap paket proyek APOR tersebut,"pintanya.(OR-08)
Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami
agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya

Post a Comment

Previous Post Next Post