Close
Close
close
Orasi Rakyat
Orasi Rakyat

Laillosa Akui Surat Direktur PT. Dok Waiame Ada Kerancuan

Ambon, Berita Nusantara.com: Terkait dengan surat penunjukan kepada Komisaris Utama PT Dok dan Perkapalan Waiame (Persero)Kepala Biro Pengembangan Ekonomi dan Investasi Setda Provinsi Maluku Dr. Anthon Lailossa ST. M.Si Selasa (13/1) di ruang kerjanya mengakui kalau surat tersebut ada kerancuan.

Menurut Lailosa,  surat penunjukan tersebut benar ditandatangani oleh Gubernur Maluku, dan itu adalah hasil rapat yang mana surat tersebut ditujukan kepada PT Dok Waiame agar menunjuk Abraham Melky Mesack Malioy untuk menempati jabatan Komisaris Utama dan kepada Dok Surabaya untuk mengadakan Rapat Umum Pemegang saham (RUPS) pada tanggal 21 Januari 2015.

Dari hasil rapat tersebut pihaknya memasukan surat kepada Wagub yang kemudian diserahkan kepada Gubernur untuk ditandatangani, dengan demikian tanda tangan tersebut bukanlah tanda tangan palsu.

Dikatakan, berdasarkan Undang-Undang, Persero Terbatas masa kepemimpinan Ir. John Jokohael sebagai Direktur Utama PT Dok Waiame seharusnya sudah berakhir pada tanggal 2 Februari 2014, karena diangkat 1 Februari 2011 menggantikan Ir. Said Assagaff yang dilantik pada tanggal 2 Februari 2009.

Oleh karena itu pada tanggal 26 Juni 2014 pihaknya telah mengadakan RUPS yang salah satu hasil rapat tersebut adalah pergantian Direktur Utama PT Dok Waiame dan untuk itu Pemda baru mengusulkan nama pengganti.

Terkait dengan pengusulan nama oleh Pemda karena PT tersebut adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta saham yang ada di PT tersebut hanyalah 42 persen, sementara 58 persen dipegang oleh Dok Surabaya.

Ditambahkan, RUPS yang akan dilaksanakan 21 Januari 2015 ini baru mendapatkan hasil Direktur Utama yang sah dan pada saatnya Ampi Malioy harus mampu memenuhi persyaratan, sehingga keputusan tertinggi nantinya berada pada RUPS yang diselenggarakan nanti.

Untuk saat ini Komisaris Utama PT Dok dan Perkapalan Waiame (Persero) masih dipegang oleh Ir. Jhon Jokohael,”Ungkap Lailossa.

Soal kerancuan surat yang dikeluarkan oleh Pemda, Laillosa akui kalau hal tersebut memang adalah kesalahan dari stafnya atau dalam kata lain kelalaian, hal ini dikarenakan surat yang dikeluarkan tanggal 24 Desember 2014.

Inti kerancuan tersebut adalah pada surat tidak jelas nomor surat, serta pada tanggal pun tidak tercantum dan surat tersebut ditandatangani oleh Gubernur, namun tembusan juga disampaikan pada Gubernur Maluku sebagai laporan.

Menurut Laillosa nomor surat tersebut adalah 550-331 yang diketik oleh mesin ketik, sementara tanggal surat adalah 24 Desember, sedangkan terkait tembusan yang ditujukan kepada Gubernur diakuinya, terkadang surat-surat tersebut di Copi Paste sehingga tidak diteliti.(OR-03)
Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami
agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya

Post a Comment

Previous Post Next Post