• Headline News

    Kamis, 19 November 2020

    Adjadat: Rakyat Bursel Gelisah


    Namrole, Orasirakyat.com

    Ketua DPD Partai Gerindra Kabupaten Buru Selatan (Bursel) Adjadat Makassar dalam orasi Politiknya di Desa Pohon Batu, Rabu (18/11/2020) mengungkapkan saat ini masyarakat Bursel sudah gelisah dengan sistem pemerintahan saat ini.


    Sebab dalam setiap momen politik banyak PTT yang diberhentikan dan PNS banyak yang di mutasikan. Bahkan bukan hanya itu, tetapi saat ini masyarakat juga gelisah karena sering di intimidasi dan ditekan untuk memilih pasangan tertentu padahal demokrasi adalah hak setiap masyarakat untuk memilih siapa saja yang akan menjadi pemimpinnya 5 tahun ke depan.


    “Saat ini PKH sudah jadi PHK, Pencari harta karun. Kalau tadi itu masyarakat ke sebelah karena takut anaknya di pecat karena saat ini orang dapat pecat disana, dapat pindah ke sini, tapi kenapa orang lebih banyak datang di kampanye AJAIB, itu karena rakyat Gelisah, rakyat jenuh, rakyat bosan dengan mereka. Maka rakyat sudah menunjukan sikap revolusinya bahwa inilah keinginan rakyat,” ucap Adjadat.


    Menurutnya, masyarakat Bursel saat ini adalah masyarakat yang ingin memilih pemimpin yang tahu malu hati, karena percuma sekolah tinggi tapi tidak tau malu dan percuma tau adat tapi tidak tahu malu.


    “Sekarang beta ingin tanya, kalau beta sudah dua periode berturut-turut jadi kepala desa dan waktu sudah dekat masa jabatan beta calonkan beta punya istri untuk maju pasti masyarakat tidak terima, karena beta akan dicap sebagai orang yang rakus. Orang bilang Rakus, sudah dia mau dia punya bini lagi,” papar Adjadat.


    Karena itulah, semua tokoh-tokoh Bursel saat ini berkomitmen untuk bergabung dengan anak kampung untuk meraih satu tujuan merebut kembali pemerintahan dari mereka-mereka yang hanya ingin keluarganya berkuasa sendiri.


    “Disitulah kami berkomitmen, ada Pak Uli Pawa yang sempat berproses, ada Pak Arwa yang keluar dari  PKB, Pak Pati Mony memilih tinggalkan partai, Masrudin Solissa insyah Allah dia lebih memilih berjuang bersama katong, ada Pak Sedek Titawael keluar dari PAN, Badar Rahawarin  keluar dari PKS, Muhammad Mukadar dan semua barisan besar  keluar dan bergabung karena apa, karena katong semua adalah pencinta generasi negeri ini,” terangnya.


    Oleh karena itu, tambahnya, masyarakat harus berpikir yang bagus, didalam benak pasti ada yang berpikir di desa Pohon Batu itu AJAIB kalah, kami yakin itu tidak terjadi.


    “Orang Pohon Batu itu beda - beda tipis dengan orang Fogi, akal sasolo banyak,  batikungan banyak, tapi beta tau orang Pohon Batu punya prinsip tidak berpihak  kepada orang-orang yang mensholimi masa depan generasinya,” ucapnya.


    Mantan DPRD Bursel ini menegaskan, jika ada yang takut anak-anak dapat pecat dari PTT, pertanyaannya  mereka punya PTT yang banyak  itu takut siapa dan mereka pilih siapa saat pilkada 2015.


    “PNS banyak yang takut dipindahkan, lalu mereka punya kepala dinas banyak-banyak itu siapa yang pilih bupati? Nau-nau pakai akal,” teriak Adjadat.


    Ia katakan, masyarakat Bursel harus sadar dengan politik peta konflik yang dibangun untuk mengadu dombahkan masyarakat, sementara mereka hanya menjadi penonton yang tenang dan senang melihat masyarakat Bursel yang hanya sibuk untuk saling bertengkar.


    “Mereka tidur senang, masih kurang apa kebaikan masyarakat di Bursel, makanya 5 tahun pemerintahan berjalan beta sudah kibarkan bendera katong untuk lawan karena beta sudah tau mereka akan tancapkan kuku disini untuk selama-lamanya. Tidak menutup kemungkinan kalau mama jadi pasti anak dipersiapkan,” tegasnya.


    Saat ini, katanya, banyak yang mengatakan bahwa pasangan AJAIB dan tim kampanyenya selalu mengkampanyekan sukuisme, padahal itu adalah tudingan dari sekelompok lawan politik yang merasa terganggu karena pasangan AJAIB sangat diterima di hati masyarakat.


    “Katong ini tidak sukuisme katong tidak pernah mengajak orang Buton dari pasar Ambon datang pilih Hadji Ali disini,  katong tidak pernah mengajak orang Buton yang ada di Kendari sana  datang kesini untuk pilih Hadji Ali, katong tidak pernah ajak orang dari Bau-Bau sana untuk pilih Hadji Ali disini, katong juga tidak pernah meminta Pak Hadji Ali untuk membawa lambang Buton kesini, tapi kalau katong ajak orang Nanali, Pasir Putih, Nalbesi, Pohon Batu dan desa-desa yang ada orang Buton untuk pilih AJAIB itu wajar karena mereka masyarakat Bursel. Kalian ini kalau tidak di adzankan baik-baik kan susah,” ujarnya.


    Lebih jauh ia menjelaskan, jika dirinya sudah menjadi kepala desa dua periode dan kemudian diakhir masa jabatannya dia mencalonkan istrinya untuk menggantikan posisinya pasti masyarakat tidak terima.


    “Kita harus melihat anak anak dan generasi kita yang saat ini tidak dipakai padahal mereka sudah disekolahkan tinggi-tinggi, tapi kalau mereka tidak dipakai, apa jadinya dengan katong yang seperti itu, oleh karena itu mari katong raih kemenangan  ini dan tidak ada pilihan lain. Kalau ingin perubahan tanggal  9 Desember ini pilih nomor 1, Pilih Pak Hadji Ali dan Pak Zainudin Booy,” tutupnya. (OR)


    loading...

    BACA JUGA

    loading...

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Adjadat: Rakyat Bursel Gelisah Rating: 5 Reviewed By: A L
    loading...
    Scroll to Top