• Headline News

    Rabu, 14 Oktober 2020

    AJAIB Kupas Misteri KMP Tanjung Kabat

    PENGUMUMAN PENDAFTARAN BAKAL PASANGAN CALON DALAM PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI BURU SELATAN TAHUN 2020
    Download / Preview

    Namrole, Orasirakyat.com

    Isu KMP Tanjung Kabat yang sering digunakan oleh lawan politik pasangan nomor urut 1, Hadji Ali-Zainudin Booy (AJAIB) untuk menciptakan ketidakpercayaan masyarakat terhadap pasangan tersebut akhirnya di jawab oleh Calon Wakil Bupati Zainudin Booy.


    Booy mengatakan, meskipun dirinya sebagai Direktur di PT Bipolo Gidin tetapi masih ada orang-orang yang kapasitasnya dan memiliki kewenangan lebih dari dirinya.


    “Ada Bupati kemudian beta punya anak dari Waelua disini, mereka bicara soal PT. Bipolo Gidin, soal KMP Tanjung Kabat. Mari beta jelaskan, perusahan itu namanya BUMD, Badan Usaha Milik Daerah, bukan badan usaha milik Zainudin Booy. Yang punya siapa, yang punya pemerintah daerah Kabupaten Bursel. Bupati itu sebagai pemegang saham tunggal lalu dia tugaskan kita punya anak Ahmadan Loilatu sebagai Badan Pengawas,” kata Booy saat berkampanye di Waelua, Senin (13/10/2020).


    Ia menjelaskan, untuk posisi Direktur yang ditempatinya saat itu hanya orang ketiga dalam perusahan PT. Bipolo Gidin, sehingga jika dirinya dianggap tidak mampu mengurus perusahan daerah tersebut, seharusnya Bupati yang memiliki kewenangan penuh sudah memecatnya dari jabatan Direktur. 


    “Kemudian ketiga baru saya, Zainudin Booy sebagai direksi Direktur utama. Jadi Bupati, Ahmadan baru saya. Kalau waktu itu Bupati merasa saya tidak mampu mengurus perusahan, kasih berhenti saya, bisa kasih berhenti kepala sekolah, camat dan kepala dinas, kenapa Zainudin Booy tidak bisa. Kenapa tidak bisa, saya juga tidak tahu kenapa tidak bisa berhentikan saya,” ujarnya.


    Masyarakat harus mengerti dan paham bahwa, di tangan Zainudin Booy, PT Bipolo Gidin memiliki nama dan aset di perusahan itu bertambah.


    “Semua harus tahu, saya tidak diberhentikan itu karena di tangan Zainudin Booy perusahan itu besar saudara-saudara, punya kapal dimana-mana, punya kendaraan, punya aset bertambah. Saya gunakan otak bukan gunakan otot untuk memimpin perusahan itu,” ungkap Booy.


    “Jadi saya mau, tidak perlu berbicara seperti ini, nanti masyarakat tidak mengerti. Saya mau kita berdebat, undanglah pemilik saham dan berdebat dengan Badan Pengawas dan Direksi, mari kita  berdebat nanti DPRD harus undang supaya kita tahu sebenarnya seperti apa,” sambungnya.


    Mantan Diretuk PT. Bipolo Gidin ini menuturkan, kalau mereka (Pemda Bursel) tahu dirinya tidak berkompeten dan tidak becus mengurus PT. Bipolo Gidin, harus dipecat saja dan tidak perlu menunggu dirinya untuk mengundurkan diri dari jabatan Direktur.


    “Supaya semua tahu bahwa beta ini tukang manyapu saja, beta ini pekerja saja, yang punya ada, kalau dia tahu saya tidak mampu kasih berhenti. Yang lain mereka bisa berhentikan tapi kenapa saya tidak, kenapa mereka tunggu sampai saya mengundurkan diri. Saya tunggu itu, saya tunggu diberhentikan tapi sudah barang sudah selesai dan biarkan saja, saya hanya sayang saya punya anak Ahmadan karena dia sebagai politisi masih mudah dan punya masa depan yang cerah. Jadi  saya tidak mau berbicara banyak, saya hanya menjelaskan itu saja,” tuturnya.


    “Harusnya mereka bilang Bupati kalau tahu begitu, kasih berhenti Pak ZB dari dulu-dulu juga supaya jangan bikin susah masyarakat. Faktanya tidak karena saya berprestasi, Bursel punya aset bertambah dari hanya KMP Tanjuang Kabat menjadi Kapal Loriama, dua  kapal dan nilainya sudah hampir mencapai 100 milyar. Nilai perusahannya dari nol jadi bertambah, ini kan hal yang teknis tapi paling tidak masyarakat bisa mengerti,” tambahnya.


    Dikatakan, dalam pengoperasian KMP Tanjung Kabat, bukan hanya sekedar berlayar saja namun semua kesiapan, dari mesin kondisi kapal dan kesiapan semua ABK serta kesiapan bahan bakar harus disiapkan dengan baik, sebab yang berlayar ini semua masyarakat Bursel.


    Hal ini, lanjutnya untuk mencegah jangan sampai KMP Tanjung Kabat tiba-tiba bermasalah di tengah-tengah perjalanan.


    “Tanjung Kabat bagitu mau berangkat saya harus lihat manifes dan lihat semua kesiapan mesinnya, bodinya karena ini bukan kapal kayu yang kalau bocor tinggal kita sumbat tapi ini besi, dia bocor sapa mau bikin apa akang, tunggu par mati, jadi beta tidak mau. Saya lebih memperhatikan dan mengutamakan aspek keselamatan. Karena saya lebih sayang masyarakat Bursel,” paparnya.


    “Yang kedua Corona, periksa ABK semua begini positif 8 orang, periksa 5 orang positif, saya perintahkan kapal tidak boleh berangkat.  Karena kalau berangkat dan turun di Ulima pegang tangan dengan masyarakat di Ulima, maka Corona akan berpinda ke Ambalau, turun di Namrole akan berpindah ke masyarakat disana juga. Jadi beta perintahkan untuk tidak berangkat nanti mereka cari makan sendiri daripada  Corona masuk ke Ambalau, masuk ke Buru Selatan,” imbuhnya.


    Menurutnya, lebih baik hal itu dilakukan dari pada kebijakan diambil, namun menyusahkan seluruh masyarakat Bursel. Jika masyarakat Bursel terkena Covid, sudah pasti semua saudaranya yang ada di Bursel akan menjadi korbannya dan itu sangat menjadi perhatian bagi dirinya saat menjabat sebagai Direktur PT. Bipolo Gidin.


    “Jadi saya sayang kalian semua, saya sayang semua masyarakat Bursel, ada alternatif  lain yang bisa kita semua lakukan, pemerintah daerah tidak pernah melihat itu, mereka tidak pusing masyarakat mau Corona kah mau mangapa kah mereka tidak pusing,” ucap Booy yang juga mantan Ketua DPRD Buru itu.


    Ia meminta agar masyarakat dapat mendalami isu yang sengaja dimainkan untuk memburukan citra dirinya dan pasangannya Hadji Ali dengan membuat seolah-olah dirinya tidak mampu mengurus PT. Bipolo Gidin.


    “Jadi itu beta jelaskan sekalian jawaban bagi orang yang isukan, mudah-mudahan mereka itu dengar dan mengerti lalu mereka ajak saya untuk berdebat di hadapan DPRD sebagai wakil rakyat supaya mereka juga tahu, bukan siapa betul dan yang tidak betul tapi biar masalah ini terang berderang. Di kabupaten lain saudara-saudara, perusahan daerahnya disubsidi, ada 10 Milyar, di Provinsi Maluku 25 milyar, di Bursel kami cuma punya 2 milyar untuk 6 sampai 8 tahun itu mereka bicarakan,” sebutnya.


    Lebih jauh, Booy mengungkapkan fakta bahwa demi berkorban untuk kepentingan masyarakat Bursel dan kebesaran nama pemda Bursel dirinya bahkan merelahkan semua barang milik pribadinya untuk kempentingan PT. Bipolo Gidin.


    “Fakta hari ini saya punya rumah jadi kantor, gratis. Fakta hari ini saya punya mobil pribadi jadi mobil dinas perusahan, fakta hari ini Zainudin Booy belum menerima gaji selama dua tahun tapi tidak apa-apa, inspektorat nanti turun periksa mereka. Kurang apa beta berkorban bagi masyarakat Bursel, tapi biarkan, saat ini moment politik jadi beta harus ungkapkan. Mudah-mudahan besok ada isu-isu lain lagi supaya beta bisa jelaskan,” pungkasnya. (OR/TIM)


    loading...

    BACA JUGA

    loading...

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: AJAIB Kupas Misteri KMP Tanjung Kabat Rating: 5 Reviewed By: Kompas Timur
    loading...
    Scroll to Top