Close
Close

BPOM Ambon Gelar Workshop Monev Program Intervensi PJAS




Lagu Terbaik Tahun 2021
Ambon, orasirakyat.com:  Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Ambon menggelar Kegiatan "Workshop Monitoring dan Evaluasi Program Intervensi Pangan Jajanan Anak Sekolah", di Ballroom The City Hotel, Kamis (21/11/2019).

Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Balai POM Ambon, Hariani, Sekertaris Kota Ambon, A.G.Latuheru, Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan pada Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha BPOM RI, Dini Ferdenia. "kegiatan hari ini adalah monitoring dan evaluasi jejaring anak sekolah.
BPOM Ambon Gelar Workshop Monev Program Intervensi PJAS

Kegiatan ini selalu diselenggarakan oleh Balai POM Ambon setiap tahun dan kegiatan ini juga adalah kegiatan nasional," Ujar Sekertaris Kota Ambon, A.G.Latuheru, kepada awak media di The City Hotel Ballroom.

Menurut Latuheru, kalau dilihat pada 22 sekolah yang mendapat bintang, artinya 22 sekolah itu telah mendapat perhatian langsung dari BPOM. Kemudian kurang lebih 6 sekolah yang terpilih sebagai juara.

Latuheru mengatakan hasil monitoring evaluasi, ada petunjuk-petunjuk yang disampaikan oleh BPOM, itu mesti dijaga. Supaya kalau anak jajan di sekolah, makanan anak sekolah itu betul-betul bebas dari bahan-bahan yang dilarang.

contohnya bahan kimia, boraks dan juga bahan-bahan pewarna lainnya seperti pemanis harus digunakan yang sesuai dengan jenia tapi harus sesuai dengan putunjuk kesehatan. Jangan cuma hanya kebetulan mau untung sedikit, tapi menggunakan bahan-bahan yang dilarang.

"Ingat bahwa kita kalau menjaga jajanan anak sekolah, bahan-bahan jualan yang tida higenis tidak menggunakan zat-zat kimia tertentu itu sama dengan kita merusak generasi. Syukur-syukur kalau generasi itu bukan anak kita sendiri, tapi kalau bilang generasi itu tanggung jawab kita bersama. Dan ini juga jadi tanggung jawab sekolah, bukan saja tanggung jawab BPOM, tapi juga tanggung jawab komite kepada orang tua," Kata Latuheru.

Latuheru mengungkapkan waktu pemberian penghargaan, dirinya telah mengatakan bahwa pemberian hadiah atau juara ini karena mereka melaksanakan secara baik.

Dan jaga terus seperti ini, agar bahan makanan yang dijual di sekolah adalah terhindar dari bahan-bahan yang dilarang.

"Seperti yang tadi saya bilang bersinergi BPOM, Dinkes, Pendidikan, Kementerian Agama, Lingkungan Hidup dan juga elemen lainnya. Termasuk yang paling penting orang tua juga harus di lihat," ungkap Latuheru. (OR-04)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama