Close
Close

Laka Lantas Passo Akibatkan 2 Pengendara Motor Tewas




Lagu Terbaik Tahun 2021
Ambon, orasirakyat.com: Kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) di kota Ambon kembali terjadi. 

Laka lantas Passo akibatkan 2 pengendara motor tewas
Kali ini peristiwa Laka lantas terjadi Pada Rabu (19/6/19) sekira pukul 14.20 Wit, kawasan jalan Sisinga mangaraja, pertigaan transit Passo, Kecamatan Baguala yang mengakibatkan korban dua (2) orang pengendara roda dua jenis Yamaha Vixion dengan Mobil Alat berat pengupas Aspal.

Pengendara dan pembonceng yang mengendarai roda dua meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).

Mereka adalah FT (35) dan DT (38), warga Desa Tenga-tenga, Kecamatan Salahutu Kabupaten Malteng.

Sementara pengendara kendaraan alat berat road cutter ER550F Sakai, RL (43), operator alat berat PT. Esserindo Multi Bangun. Kendaraan alat berat itu mengalami rusak berat.

“Saat Laka lantas, kendaraan alat berat tidak ada pengawalan dari anggota Satlantas. Pengendara alat berat sementara diamankan di Mapolsek Baguala. Sementara korban meninggal dunia (pengendara) telah di efakuasi ke RSU Tulehu dan boncengan ke RS Ottokuik Passo untuk mendapat penanganan medis. Laka lantas itu telah ditangani unit Laka Polres Ambon,” ungkap Kasubag Humas Polres Ambon dan Pp Lease, Ipda Julkisno Kaisupy kepada awak media, Rabu (19/6/19).

Kaisupy menjelaskan kejadian terjadi pada awalnya SMRD bergerak dari arah Kota Ambon menuju ke arah Desa Suli sesampainya di TKP terjadi tabrakan dengan mobil alat berat pengupas aspal yang datang dari arah berlawan yaitu bergerak dari arah pantai natsepa menuju ke arah Passo yang mana mobil alat berat tersebut bergerak tanpa pengawalan dari pihak kepolisian, sehingga pengendara dan boncengan langsung dilindas oleh mobil alat berat tersebut.

Namun, setiba di TKP, ia melihat jalur jalan di depan kosong, sementara jalur kanan (arah Passo menuju Suli) terdapat dua kendaraan roda empat sedang berhenti tepat di pertigaan transit Passo karena ada satu kendaraan roda empat yang melintas dari arah transit Passo menuju Desa Suli.

Sementara ia tidak melihat motor korban melaju dari arah mana karena pandangan sebelah kanan terhalang.

“Tiba-tiba TM berteriak “stop” dan ia menarik handel untuk menghentikan kendaraan. Ia langsung bertanya ke saksi “bapak Tom kanapa”, saksi menjawab “ada tabrak orang”. Ia langsung turun dari kendaraan untuk melihat kondisi korban yang dilindas. Ketika melihat korban, tiba-tiba warga sekitar keluar dan hendak memukulnya.

Karena takut, ia lari menyelematkan diri melewati arah pesisir pantai ke kantor PT Esserindo Multi Bangun. Ia kemudian melaporkan kejadian itu ke pimpinan PT Esserindo Multi Bangun, Thomi Khuana, yang lalu diarahkan melapor ke Mapolsek Baguala.” ujarnya sambil menirukan kesaksian terduga pelaku RL. (OR-03)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama